Halaman

13 Mar 2012

True Love



Ali bin Abu Thalib ra. "jika engkau mencintai seseorang, maka cintailah orang itu dengan cara yang sederhana, karena bisa jadi esok lusa. orang itu akan menjadi orang yang paling kamu benci. dan jika engkau membenci seseorang, maka bencilah juga dengan cara yang sederhana. karena bisa jadi esok lusa, dia akan menjadi orang yang paling engkau cintai"...
         Bicara soal cinta ~ cinta itu memang rumit. dari profesi pelajar, mahasiswa, dosen, guru, buruh, pegawai negeri / swasta, dukun, dokter, dari yang tidak punya gelar hingga bergelar profesor, bahkan seorang kyiai yang alim pun bisa terpikat dan takhluk dibawah panah asmara.
         Pertanyaannya, berdosakah orang yang jatuh cinta..??? jawabannya ya jelas TIDAK donk. cinta itu bernilai dosa ketika seseorang sudah memasuki kawasan zina. firman Allah SWT dalam surat Al-isra' ayat : 32 "laa taqrabu zinah" yang artinya janganlah mendekati perzinaan.. bayangkan !!!,, mendekati aja tidak boleh,, apalagi berbuat zina ???.. jadi, selama cinta itu tetap qt rahasiakan di dalam hati qt.. qt bersihkan dengan memperbanyak puasa, dzikrullah dan terapi-terapi hati lainnya ~ maka cinta itu tidak terlalu membahayakan orang yang mengalaminya. Pada titik itu cinta hanya akan menjadi ujian bagi qt. ujian ketentraman qt dalam beribadah, ujian bagi konsentrasi qt menjalankan study.
Namun, ketika cinta itu sudah terucapkan, sehingga melahirkan komitmen (atau justru malah di tolak) maka pada titik ini cinta akan menjadi siksaan bagi yang mengalaminya. mulai muncul perasaan takut kehilangan. makan tak lelap... tidur tak sedap... eeeeh kebalik.. hehehehe... berantem sedikit stres,, apa lagi putus, serasa dunia akan kiamat.. hahaha.. lebay..
aqidah pun mulai dipertaruhkan. cinta di tolak dukun beranak,, eh bertindak..
"sun mateng ajiku si jaran goyang, tak goyang ing tengahe latar, gunug jugrug watu gempur...."


Astagfirullah... Naudzubillah mindzalik...

         Titik perenungan cinta yang teringgi adalah cinta karena Allah SWT. cinta untuk menjaga kesucian diri dan hati. cinta yang membebaskan dirinya dari ikatan-ikatan dan kecenderungan kepada materi.
"barang siapa yang mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barang siapa yang mengawini wanita karena memandang harta bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barang siapa yang mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barang siapa mengawini seseorang wanita karena bermaksud ingin merendam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahi istrinya baginya.. (H.R.BUKHARI)